Memoar

Aku punya bercangkir-cangkir kenangan untuk diseduh menjadi puisi.

.

Tapi kenanganmu selalu enggan. Ia berpura-pura jadi sendok yang patah hati. Katanya, “Aku tak mau diseduh-seduh. Pilih saja teh celup yang lain.”

.

“Kenapa tak mau diseduh?”

.

“Kalau tiba-tiba nanti kau amnesia, biar aku jadi kenangan pertama yang kauingat.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s