Menenggelamkan Bayang-Bayang

 

IMG_20160815_151823.jpg

“Bayang-bayang sudah mati ditenggelamkan Tuannya sendiri. Dua belas bulan lalu. Kalau mau cari dia, tatap saja air di sana lama-lama.”

“Aku nggak cari dia. Kenapa kamu benci bayang-bayang?”

“Aku capek, sembilan belas tahun merawat bayang-bayang yang bukan punyaku. Padahal orang-orang selalu bilang bayang-bayang yang harus kemana-mana jaga tuannya.”

“Jadi, kamu ingin merawat bayang-bayang siapa?”

“Bayang-bayang seseorang yang  selalu ingin kumuliakan hatinya.”

 

“Waah, semoga dia segera datang ya.”

 

“Mungkin dia sudah datang. Eemm, aku boleh minta nomer hape bayang-bayang kamu? Siapa tau dia kerepotan merawat kamu sendirian.”

 

…?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s