Menjadi Puan yang Cantik

Ini tulisan pendek, tentang membaca warna.

Hanya pengungkapan saja.

Jadi,

Bagaimana teman-teman mendefinisikan seorang perempuan yang cantik?

 

Hmm..

Beberapa dari kalian pasti mempunyai argumen yang berbeda dalam mengartikan kata cantik.

Setiap orang tentu mempunyai tolak ukur masing-masing dalam memandang sisi menarik orang yang lainnya.

Bisa jadi dua orang kembar yang jiwanya berdekatan pun akan memiliki alasan yang berbeda ketika ditanya mengenai hal yang menjadi perdebatan mereka.

 

~Apakah cantik haruslah seorang gadis muda?

Menurutku tidak,

aku selalu melihat ibu menjadi wanita yang paling cantik ketika ia tengah memasak lalu menyajikannya dengan telaten di atas meja makan.

Kemudian dengan kelembutannya ia mengambilkan nasi untuk ayah, untukku dan adik adik, baru kemudian untuknya sendiri.

Ibu selalu terlihat cantik ketika menjadi seorang ibu meskipun umurnya tak lagi muda.

 

~ Apakah cantik haruslah seorang yang putih tinggi semampai?

Menurutku tidak. Aku selalu melihat bibiku menjadi wanita yang paling cantik ketika ia tengah berorasi atau mengatakan pendapatnya mengenai sesuatu. Ia begitu cerdas ketika mendeskripsikan suatu masalah dan bisa sesegera mungkin menemukan jalan keluarnya.

Ia juga selalu tau kapan harus menempatkan diri menjadi seorang gadis yang menarik di depan publik, kapan harus menjadi saudara perempuan sekaligus kakak yang bijaksana, dan kapan harus menjadi sosok manja ketika bersama orang tuanya.

 

Menurutku,

Cantiknya terasa lebih mengagumkan karena kecerdasannya.

Apakah perempuan harus cerdas? Tentu saja, karena kelak ia akan menjadi guru besar dan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

 

~Apakah cantik harus memakai baju mini dan terlihat sexy?

Menurutku tidak, aku selalu melihat guru TK adikku -namanya bunda ina- terlihat cantik kala ia tengah berjalan dengan anggunnya memakai gamis panjang dan untai hijab syar’i. Ia juga tak pernah menunjukkan diri sebagai orang yang highclass meskipun sebenarnya ia mampu.

Kecantikannya terlihat lebih istimewa karena kesederhanannya.

 

~Apakah cantik haruslah seorang gadis dewasa?

Menurutku tidak,

Aku selalu melihat adikku terlihat cantik kala ia tengah menyibakkan poni sembari memerhatikan banyak anak jalanan yang tidur di bawah jembatan.

Ucapnya padaku, “mbak, kalau nanti naya sudah besar, naya mau cari uang yang banyak biar bisa bantu mereka sekolah juga seperti naya. Berarti naya harus pintar kan mbak sekolahnya? Nanti banyak-banyak ajarin naya ya mbak.”

Adikku terlihat cantik karena kepolosan dan ketulusan hatinya. Cantik yang terlihat lebih alami dari dalam dirinya.

 

Jadi, puan..

Masihkah kau ingin mendefinisikan cantik hanya dengan kalimat sempit?

Masihkah ingin terus membandingkan diri dengan orang lain yang menurutmu selalu lebih?

 

Jangan, syg.

Kau terlalu istimewa untuk dibandingkan.

Cantiklah dengan menjadi dirimu sendiri.

Perempuan selalu mempunyai hal istimewa dalam dirinya.

 

Mungkin kau hanya belum menemukannya.

Mungkin kau hanya belum tahu caranya.

Mungkin kau hanya perlu lebih melihat lagi.

Betapa banyak sisi yang bisa dikembangkan dalam diri.

 

Jadi, sayang.

Jangan merunduk lagi.

Kau cantik, tentu saja.

Jadilah puan yang cantik dengan dirimu sendiri:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s