Merayakan Kesedihan


Dear, AAR.

Kalau disini aku tengah bersedih, apakah kamu pun merasakan hal yang sama disana? Hal-hal seperti apa yang bisa mendatangkan kesedihan untukmu, A?

Aku belum banyak mengerti. Kamu tahu, A? Perihal sedih, kesedihan, dan menyedihkan kata orang-orang adalah topik yang paling mudah untuk diseduh menjadi bercangkir-cangkir puisi dan prosa. Tapi tidak bagiku. Aku bhkn tak bs mmikirkan satu pun kata manis utk melukiskan bagaimana perasaan yang tengah brsrang saat aku sedih.

Ibu banyak sekali mewanti-wanti, bahwa perihal kesedihan tak seharusnya ditangisi atau semakin disedihkan. Bahwa perihal kesedihan mestinya dirayakan agar ia cepat-cepat hilang.

Bagaimana cara merayakan kesedihan menurutmu, A?

Haruskah aku pergi berkumpul dengan orang-orang, membicarakan hal yang entah apa lalu kemudian melakukan sesuatu yang disebut orang sebagai ‘menikmati hidup’?

Atau

Haruskah aku menulis berlembar-lembar surat rindu, melipatnya menjadi perahu kertas, membiarkannya berlayar di sungai, lalu tergelak sendirian merayakanmu yang kini telah jauh?

Atau

Haruskah aku terdiam menerima semua , lalu berpikir yang baik-baik saja agar tak perlu resah dengan hidup yang memang seharusnya baik, namun aku sendiri yang membuatnya rumit?

mungkin ibu memang benar, A. Kesedihan tak perlu ditangisi. Ada banyak cara untuk merayakannya. Ada banyak cara untuk membuat semua terlihat baik-baik saja lalu kembali tersenyum menjalani takdir yang telah digariskan Tuhan.

Kesedihan perlu dirayakan agar ia cepat-cepat hilang, A. Ratusan purnama lalu, sedih adalah sebuah bahagia yang lahir dari rahim seorang gadis yang lupa bersyukur. Sejak malam itu, ia menangis dikutuk menjadi sedih. Kesedihan tak terlalu suka dengan keramaian. Ia tak terlalu suka pun pada senyum orang-orang yang bahagia. Tak terlalu suka melihat gelak tawa. Ia hanya cinta pada raut-raut murung yang berpikiran kacau. Katanya, orang-orang tak perlu terlalu sedih agar tahu tak enaknya dikutuk menjadi sebuah sedih.

Ah, aku mengerti sekarang. Kapan-kapan, aku akan mengajakmu datang di perayaan kesedihanku, A. Kesedihan perlu dirayakan agar ia cepat-cepat hilang. Kamu mau datang, kan?
Subuh Hujan.

06 Mei 2017.

Advertisements

7 thoughts on “Merayakan Kesedihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s